daun singkong
tentang jepang dan indonesia
di mata seorang penggemar sayur daun singkong
Wednesday, October 13, 2004

Saat tekanan tak tertahankan...

Selasa (12 Okt 04), 9 orang ditemukan tewas bunuh diri di Saitama. Begitu stressnya kah hidup di negeri ini sampai banyak orang memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri ? Data dari home page kepolisian Jepang menyebutkan bahwa di tahun 2003, tercatat lebih dari 34 ribu orang meninggal akibat bunuh diri, 72 % diantaranya laki-laki.

Dilihat dari kehidupan sehari-hari di sini, 'tekanan' memang rasanya sesuatu yang sulit dihindari. Bekerja sudah menjadi 'tujuan hidup' banyak orang, terutama laki-laki. Berangkat pagi pulang larut malam untuk bekerja, menggeluti bidang yang sama bertahun-tahun, orang cenderung mengesampingkan hal-hal lain seperti keluarga, kesenangan pribadi, dll. Akibatnya, ketika beberapa tahun belakangan terjadi krisis ekonomi, banyak orang kehilangan pekerjaan, dan merasa kehilangan 'jiwa'nya. Meskipun tersedia agen pencarian tenaga kerja, banyak yang merasa tidak ada pekerjaan yang sesuai, akibat monotonitas pekerjaan sebelumnya. Belum lagi, banyak istri yang mengajukan tuntutan cerai setelah suami kehilangan penghasilan. Hubungan yang semakin jauh dari keluarga menyebabkan hidup jadi terasa semakin sepi.

Uang, yang menjadi kebutuhan mutlak, bisa didapat melalui agen kredit. Bunga yang mencekik (lebih dari 20% per bulan) tidak bisa diperhitungkan lagi secara rasional. Pinjaman gelap menjamur, mudah dan cepat didapat, tapi dengan bunga yang sangat tinggi. Ketidakmampuan mengembalikan pinjaman, juga menjadi salah satu pemicu kasus bunuh diri. Agama, bukan lagi menjadi sesuatu yang penting. Hidup ini dijalani sendiri, terasa tanpa arti, tanpa kesadaran bahwa ada DIA yang mahakuasa...

Cara populer untuk bunuh diri salah satunya adalah terjun ke lintasan kereta api, berharap nyawa bisa cepat terambil. Masalah pribadi untuk sementara teratasi, tetapi berbuntut besar untuk keluarga yang ditinggalkan. Tuntutan perusahaan kereta api akibat terhentinya kereta, bisa berjumlah ratusan juta yen. Belum lagi omelan orang lain yang terlambat beraktivitas. Bunuh diri kok nyusahin orang...

Belakangan, internet menjadi sarana diskusi orang-orang peminat bunuh diri. Dari pada bunuh diri sendiri-sendiri, lebih baik dengan kelompok. Tidak lupa ditulis surat wasiat untuk keluarga yang ditinggalkan.

Sekian, sedikit pengamatan tentang sisi mengenaskan kehidupan di negeri ini...

kategori tulisan lama

kumpulan foto

Shopping yuk !

Satu Cinta Lingerie Apa Impian Anda ?

shoutbox

sponsor & link

Powered by Blogger
Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com
BlogFam Community
blog-indonesia
Get Firefox!
JANGAN ASAL COPY PASTE..

email me
created by emiliana dewi aryani
@ 2004 - 2011